Loading...

Jumat, 08 April 2011

Sejarah singkat PT. HM Sampoerna tbk




Sejarah dan keberhasilan PT HM Sampoerna Tbk. ("Sampoerna") tidak terpisahkan dari sejarah keluarga Sampoerna sebagai pendirinya.


Pada tahun 1913, Liem Seeng Tee, seorang imigran asal Cina, mulai membuat dan menjual rokok kretek linting tangan di rumahnya di Surabaya, Indonesia. Perusahaan kecilnya tersebut merupakan salah satu perusahaan pertama yang memproduksi dan memasarkan rokok kretek maupun rokok putih.





Popularitas rokok kretek tumbuh dengan pesat. Pada awal 1930-an, Liem Seeng Tee mengganti nama keluarga sekaligus nama perusahaannya menjadi Sampoerna, yang berarti ”kesempurnaan”. Setelah usahanya berkembang cukup mapan, Liem Seeng Tee memindahkan tempat tinggal keluarga dan pabriknya ke sebuah kompleks bangunan yang terbengkalai di Surabaya yang kemudian direnovasi olehnya.


Bangunan tersebut kemudian juga dijadikan tempat tinggal keluarganya, dan hingga kini, bangunan yang dikenal sebagai Taman Sampoerna tersebut masih memproduksi kretek linting tangan. Bangunan tersebut kini juga meliputi sebuah museum yang mencatat sejarah keluarga Sampoerna dan usahanya, serta merupakan salah satu tujuan wisata utama di Surabaya







Generasi ketiga keluarga Sampoerna, Putera Sampoerna, mengambil alih kemudi perusahaan pada tahun 1978. Di bawah kendalinya, Sampoerna berkembang pesat dan menjadi perseroan publik pada tahun 1990 dengan struktur usaha modern, dan memulai masa investasi dan ekspansi. Selanjutnya Sampoerna berhasil memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia.





Keberhasilan Sampoerna menarik perhatian Philip Morris International Inc. (“PMI”), salah satu perusahaan rokok terkemuka di dunia. Akhirnya pada bulan Mei 2005, PT Philip Morris Indonesia, afiliasi dari PMI, mengakuisisi kepemilikan mayoritas atas Sampoerna.

Jajaran Direksi dan manajemen baru yang terdiri dari gabungan profesional Sampoerna dan PMI meneruskan kepemimpinan Perseroan dengan menciptakan sinergi operasional dengan PMI, sekaligus tetap menjaga tradisi dan warisan budaya Indonesia yang telah dimilikinya sejak hampir seabad lalu.

SEKILAS TENTANG SAMPOERNA

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (“Sampoerna”) merupakan salah satu produsen rokok terkemuka di Indonesia. Kami memproduksi sejumlah merek rokok kretek yang dikenal luas, seperti Sampoerna Kretek (sebelumnya disebut Sampoerna A Hijau), A Mild, serta “Raja Kretek” yang legendaris Dji Sam Soe. Kami adalah afiliasi dari PT Philip Morris Indonesia dan bagian dari Philip Morris International, produsen rokok terkemuka di dunia.

Misi kami adalah menawarkan pengalaman merokok terbaik kepada perokok dewasa di Indonesia. Hal ini kami lakukan dengan senantiasa mencari tahu keinginan konsumen, dan memberikan produk yang dapat memenuhi harapan mereka. Kami bangga atas reputasi yang kami raih dalam hal kualitas, inovasi dan keunggulan.




Pada tahun 2009, Sampoerna memiliki pangsa pasar sebesar 29,1% di pasar rokok Indonesia, berdasarkan hasil AC Nielsen Retail Audit-Indonesia Expanded. Pada akhir 2009, jumlah karyawan Sampoerna dan anak perusahaan mencapai sekitar 28.300 orang. Sampoerna mengoperasikan enam pabrik rokok di Indonesia dan Sampoerna menjual dan mendistribusikan rokok melalui 59 kantor penjualan di seluruh Indonesia.



KARYAWAN
Kesuksesan PT HM Sampoerna Tbk. ("Sampoerna") merupakan hasil kerja keras karyawan kami yang bekerja dengan seluruh potensi yang mereka miliki. Di masa mendatang, kesuksesan Sampoerna akan ditentukan oleh kemampuan kami merekrut, melatih dan mengembangkan karyawan-karyawan terbaik. Hari ini maupun esok, karyawan kami akan terus menjadi aset yang paling berharga.

Pada akhir 2009, jumlah karyawan Sampoerna dan anak perusahaan mencapai sekitar 28.300 orang. Selain itu, Sampoerna bekerja sama dengan 38 unit Mitra Produksi Sigaret (MPS) yang secara keseluruhan memiliki lebih dari 60.000 orang karyawan.
Untuk memastikan keberhasilan karyawan kami, Sampoerna. berkomitmen untuk merencanakan dan mengembangkan karir mereka, memberikan mereka sarana dan pelatihan yang memadai untuk melaksanakan tugas mereka semaksimal mungkin. Kami juga berkomitmen untuk memberikan lingkungan kerja yang adil dan aman bagi seluruh karyawan kami.











MEREK2 ROKOKNYA





A Mild




A Mild diluncurkan oleh Sampoerna pada tahun 1989. A Mild merupakan pionir produk rokok kategori LTLN (rendah tar rendah nikotin) di Indonesia. Saat ini, A Mild diproduksi di pabrik Karawang dan Sukorejo. Pada tahun 2009, A Mild menjadi produk rokok terdepan di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 10,7% *.

Dji Sam Soe


Dji Sam Soe merupakan sigaret kretek tangan pertama yang diproduksi oleh Handel Maatstchapijj Liem Seeng Tee, yang di kemudian hari menjadi Sampoerna. Dji Sam Soe hingga saat ini diproduksi dengan tangan di fasilitas produksi Sampoerna di Pabrik Rungkut dan Taman Sampoerna. Kemasannya juga tak pernah berubah selama hampir 100 tahun. Dji Sam Soe diposisikan sebagai kretek premium di Indonesia. Pada tahun 2009, Dji Sam Soe merupakan merek terbesar ketiga di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 7,5% *.

Varian Dji Sam Soe meliputi Dji Sam Soe Super Premium dan Dji Sam Soe Magnum Filter yang merupakan sigaret kretek mesin. Dji Sam Soe Kretek dan Dji Sam Soe Filter merupakan sigaret kretek tangan.

Sampoerna Kretek



Sampoerna Kretek adalah sigaret kretek tangan yang diproduksi pertama kali pada tahun 1968 di Denpasar, Bali, oleh Aga Sampoerna, kepala keluarga Sampoerna generasi kedua. Pada tahun 2009, pangsa pasar Sampoerna Kretek terhitung sebesar 4,3%


Tonggak-tonggak Bersejarah

Tahun 1913 Liem Seeng Tee dan istrinya, Tjiang Nio , mendirikan perusahaan tembakau dan rokok Handel Maastchpaij Liem Seeng Tee yang setelah kemerdekaan menjadi Hanjaya Mandala Sampoerna atau HM Sampoerna.

Tahun 1940 HM Sampoerna menjadi besar, dengan karyawan 1.300 orang dan produksi tiga juta batang rokok per minggu, serta berjaya dengan Dji Sam Soe. Perusahaan juga memiliki gedung pertunjukan modern di Surabaya.

Tahun 1942 Pasukan Jepang menduduki Indonesia, dan HM Sampoerna diambil alih begitu saja. Seeng Tee ditangkap. Keluarganya berhasil menyelamatkan diri.

Tahun 1949 HM Sampoerna sudah kembali pulih. Dji Sam Soe kembali merebut hati pelanggan.

Tahun 1956 Liem Seeng Tee , meninggal dunia, menyusul istrinya Tjiang Nio yang meninggal dua tahun sebelumnya.

Tahun 1959 HM Sampoerna bangkrut karena berkembangnnya komunisme dan banyaknya investor asing yang masuk ke segmen rokok linting mesin.

Tahun 1965 Dipimpin Aga Sampoerna HM Sampoerna bangkit lagi. Fokus kembali pada rokok kretek linting tangan.

Tahun 1973 Sejak awal 1970-an, putra Aga Sampoerna, Putera Sampoerna masuk jajaran direksi. HM Sampoerna makin jaya. Djie Sam Soe mendatangkan keuntungan US$ 2,4 juta per tahun.

Tahun 1979 Taman Sampoerna, pusat industri rokok HM Sampoerna terbakar habis, tetapi Dji Sam Soe berhasil diproduksi 24 hari kemudian.

Tahun 1982 Pengolahan, pencetakan dan pelintingan dengan tangan dan mesin pindah ke Rungkut yang sudah dilengkapi laboratorium kendali mutu ultramodern.

Tahun 1989 A-Mild, rokok dengan kadar nikotin terendah diluncurkan dan sangat sukses.

Tahun1990 HM Sampoerna melepas sahamnya ke publik dan tercatat di Bursa Efek Jakarta.

Tahun 2000 Putra bungsu Putera Sampoerna, Michael Joseph Sampoerna, masuk jajaran direksi. Sementara itu, Putera Sampoerna menjadi Presiden Komisaris.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar